FOTO KEGIATAN MAULID NABI 2012 DI MASJID AL AMIN AURI SEPINGGAN
Koran Masuk Sekolah Tingkatkan Pembelajaran Bahasa Inggris
Direktur
Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Hamid Muhammad mengatakan, Program Koran Masuk Sekolah dapat menjadi
stimulus pemberdayaan Bahasa Inggris bagi para peserta didik.
“Pembelajaran
Bahasa Inggris akan lebih berkembang dengan adanya interaksi peserta
didik, guru, dan media,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Menengah
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hamid Muhammad seusai
menandatangani nota kesepahaman bersama (MoU) dengan Eksekutif Direktur
The Jakarta Post Foundation Yulia Herawati tentang Program Koran Masuk
Sekolah di Kemdikbud, Jakarta, Senin (19/12). Turut menyaksikan
penandatanganan MoU, Presiden Direktur Jakarta Post Jusuf Wanandi dan
Presiden Direktur PT Chevron Pacific Indonesia, Abdul Hamid Batubara.
Menurut
Hamid, program yang telah dimulai sejak 2007 ini akan dikembangkan ke
100 sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan di sembilan
provinsi di Indonesia, yakni di Riau, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Jawa
Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara,
dan DKI Jakarta. “Setiap sekolah akan mendapatkan tiga eksemplar Jakarta
Post (koran harian berbahasa Inggris) selama setahun untuk dijadikan
pembelajaran di sekolah,” katanya.
Hamid
menyampaikan, sejak 2004 dengan penerapan kurikulum berbasis
kompetensi, pengajaran bahasa Inggris telah menggunakan pendekatan
berbasis komunikasi. Sudah banyak sekolah yang mengubah metode
pembelajaran dari berbasis grammar dan struktur menjadi
berbasis keterampilan komunikasi. “Dengan adanya koran masuk sekolah
akan menjadi sumber daya yang penting di dalam program pembelajaran
bahasa Inggris,” katanya.
Jusuf
Wanandi mengatakan, melalui koran masuk sekolah ini pihaknya menerapkan
metode pembelajaran Bahasa Inggris, dengan menggunakan surat kabar
sebagai sumber pembelajaran. Surat kabar, kata dia, memuat berita aktual
yang menyangkut seluruh kehidupan masyarakat, masalah politik, ekonomi,
sosial, kebudayaan, dan olah raga. Seluruh berita tersebut selalu
terkini, setiap hari berubah sesuai dinamika kehidupan masyarakat.
“Dengan menggunakan sumber pembelajaran dari surat kabar, murid-murid
akan tumbuh menjadi manusia dewasa yang sarat pengetahuan, kreatif,
dinamis, dan mengetahui apa yang terjadi di lingkungan sekolah, kota,
negara, juga dunia,” katanya.
Abdul
Hamid Batubara menyampaikan, program ini telah diuji sebelumnya pada
2008 dan 2009 di beberapa sekolah di sekitar wilayah operasi Chevron.
“Insya Allah melalui koran masuk sekolah ini kita harapkan kemampuan
bahasa Inggris, serta minat baca peserta didik dapat semakin meningkat,
sehingga mereka siap untuk bersaing di tataran global,” katanya.
Rafif
Muhammad Rizqullah, siswa kelas 12 Jurusan IPA SMAN 1 Bekasi, mengaku
senang dengan adanya program ini. Menurutnya, sebagai pelajar dia dapat
menggunakan koran untuk mencari informasi sekaligus sarana untuk belajar
Bahasa Inggris. “Saya menggunakan koran sebagai materi bacaan untuk
kontes debat Bahasa Inggris,” katanya.
Susan
Ardjawi, siswi kelas 12 Jurusan Usaha Perjalanan Wisata SMKN 57
Jakarta, mengatakan, kemampuan bahasa Inggris merupakan keharusan di
bidang pariwisata. Koran, kata dia, dapat dijadikan sebagai sumber
informasi dan sarana belajar membaca. “Koran adalah media yang murah dan
efektif untuk pembelajaran,” katanya. (pih)
Sumber: kemdiknas.go.id
UJIAN NASIONAL 2012 SIAP DIGELAR
Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Mohammad Nuh memastikan pemerintah tetap akan menggelar ujian nasional
tahun 2012. Ujian nasional dijadwalkan berlangsung pada April 2012.
Menteri Nuh mengatakan, saat ini perdebatan
mengenai UN sudah selesai. "Sekarang masalahnya adalah bagaimana
melaksanakan UN dengan baik," ujarnya dalam jumpa pers, di Gedung
Kemdikbud, Rabu (30/11). Turut mendampingi Mendikbud adalah Kepala Badan
Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Khairil Anwar Notodiputro dan
Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan Djemari Mardapi.
Ia menuturkan, ada empat kunci pelaksanaan UN
yang baik atau kredibel. Pertama, dijamin keamanan dan kerahasiaannya.
Karena jika berkasnya bocor, maka kredibilitas UN itu sudah berkurang,
bahkan hilang. Kedua, dari sisi ketepatan distribusi, harus tepat
waktu, tepat jumlah, dan tepat bahan yang mau diuji.
Ketiga, pada hari pelaksanaan harus dijamin
kelancarannya. Jangan sampai soal sudah ada semua tapi soal ujian yang
dibagikan salah. “Kalau seandainya terjadi kesalahan, maka harus
disiapkan satu sistem yang mampu mengantisipasi kesalahan tersebut,”
katanya. Dan, keempat, dalam sistem evaluasi harus dipastikan agar nilai
rapor bisa menjamin bahwa nilai itu mencerminkan kemampuan sang anak.
“Nilai rapor jangan mencekungkan atau mencembungkan nilai anak yang
sebenarnya,” kata Menteri Nuh.
Menteri Nuh menyampaikan, jika keempat kunci pelaksanaan tadi bisa
dipenuhi, maka ada dua hal yang bisa diraih. Pertama, bisa dilakukan
pemetaan tentang ragam kompetensi siswa dan penyebarannya. Kedua,
informasi kualitas sang anak (lulus atau tidak lulus).
Menteri Nuh juga menegaskan, bahwa ujian nasional
bukanlah penentu kelulusan. Kelulusan ditentukan satuan pendidikan.
Namun, satuan pendidikan menentukan kelulusan berdasarkan, tuntas
kegiatan belajar mengajar, akhlak yang baik, dan ujian nasional.
UN untuk tingkat SMA/MA akan berlangsung pada
16-19 April 2012, dan UN susulan akan dilaksanakan pada 23-26 April.
Untuk jenjang SMP/MTs dan SMPLB, UN akan dilaksanakan pada 23-26 April
2012, dan UN susulan akan berlangsung pada 30- 4 Mei 2012.
Sedangkan untuk jenjang SD/MI/SDLB UN akan digelar
pada 7-9 Mei 2012, dan UN susulan akan dilaksanakan pada 14-16 Mei
2012. Hasil UN tingkat SMA/MA dan SMK akan diumumkan pada 24 Mei 2012.
Tingkat SMP/MTs, SMPLB dan SMALB pada 2 Juni 2012. Sedangkan untuk
pengumuman kelulusan UN tingkat SD menjadi kewenangan setiap provinsi.
(aline).
sumber: kemdiknas.go.id
PENYALURAN BOS 2012 LEWAT PROPINSI
Menteri Pedidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh mengatakan peraturan menteri terkait penyaluran dana bantuan operasional sekolah (BOS)
direncanakan akan ditetapkan pada 8 Desember 2011.
"Permendagri (Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Pengelolaan BOS, Permenkeu (Peraturan Menteri Keuangan) tentang alokasi BOS per Provinsi dan Permendikbud (Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) tentang Petunjuk Teknis Pemanfaatan Dana Bos ditetapkan 8 Desember," katanya seusai rapat komite pendidikan di Istana Wapres, Jakarta, Selasa.
Peraturan menteri ini dibutuhkan untuk mendukung perubahan mekanisme dalam penyaluran dana BOS 2012.
Muhammad Nuh menambahkan, penandatanganan hibah dana BOS dari provinsi ke sekolah-sekolah (dalam penandatanganan tersebut sekolah-sekolah diwakili oleh dinas pendidikan kabupaten-kota) juga dapat segera dilaksanakan pada 22 Desember 2011.
Sementara itu, Mendikbud mengatakan, dalam rapat komite pendidikan tersebut, Wakil Presiden Boediono meminta kepastian terkait penyaluran dana BOS. Untuk itu, ia menjelaskan mekanisme baru telah siap untuk dijalankan dalam penyaluran BOS.
Seperti diberitakan, mekanisme penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) akan berubah mulai Januari 2012. Keputusan itu diambil setelah mengevaluasi terjadinya keterlambatan dalam penyaluran dana BOS 2011 ini.
Sebelumnya, mekanisme penyaluran dana BOS dari pemerintah pusat diberikan kepada pemerintah kabupaten dan kota untuk kemudian disalurkan ke sekolah-sekolah. Namun hal ini dalam pelaksanaannya seringkali mengakibatkan keterlambatan.
Untuk itu, Pemerintah mengubah alokasi dana BOS pada 2012. Penyaluran dana BOS dari pemerintah pusat akan melalui pemerintah provinsi untuk kemudian disalurkan langsung ke sekolah-sekolah melalui mekanisme hibah.
Sementara itu, dana BOS pada 2012 meningkat 40 persen lebih dari 2011 menjadi Rp23 triliun. Dana BOS ini ditujukan kepada siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).(sumber: ANTARA)
Habibie: Wajar, Ilmuwan Belum Mau Pulang ke Indonesia
Habibie:
Wajar, Ilmuwan Belum Mau Pulang ke Indonesia – Berita Terbaru,
Mantan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) yang juga mantan Presiden
Republik Indonesia ke 3 B.J. Habibie memaklumi adanya ilmuwan Indonesia yang
memilih tinggal di luar negeri dan belum mau pulang ke negaranya, tanah air
Indonesia. Namun demikian, bukan berarti mereka tidak cinta terhadap negaranya.
Habibie yakin bahwa ilmuwan tersebut tetap cinta kepada tanah airnya,
Indonesia.
Habibie
berbicara banyak soal IPTEK, ekonomi, brain drain, dan kenangan masa mudanya di
kota teknik Jerman, Aachen. Antusiasme masyarakat (intelektual) Indonesia
memang terlihat di acara ini. Sekitar 470 mahasiswa di daratan Eropa
menyempatkan diri datang ke Aachen.
Dengan
wajah segar, antusias dan penuh senyum. Ia memulai dua sesi kuliah umum dengan
menceritakan pengalamannya berkuliah di Aachen pada tahun 1950-an. Ketika
panitia mengisyaratkan bahwa waktu kuliah telah habis, kakek yang pandai melucu
ini mengakui kekurangannya. “Kekurangan saya adalah, kalau sudah ngomong susah
berhenti.”
Seorang
mahasiswi sempat mempertanyakan kondisi pendidikan di Indonesia. Bagaimana
mungkin kualitas sumber daya manusia Indonesia bisa ditingkatkan jika sekolah
pun belum terjamin untuk semua anak Indonesia. Lalu, Habibie menanggapinya
dengan ringan.
Habibie
mengatakan, Indonesia kan punya banyak sekali sumber daya alam. Harusnya SDA
itu yang dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kemajuan otak manusianya. “Ya,
jangan pesimis, dong. Nggak maju-maju kalau kita pesimis terus. Saya yakin
Indonesia bisa. Soal kemampuan sih, nggak usah dipertanyakan lagi.”
Adanya
anggapan brain drain bagi mereka yang masih tinggal di luar negeri, Habibie tak
mencemaskan hal tersebut. “Bohong itu kalau ada yang bilang, orang Indonesia
yang di luar negeri are lost people yang nggak punya nasionalisme,” ujar
Habibie.
Menurut
Habibie, pilihan yang realisitis untuk (sementara) bertahan di luar negeri
adalah wajar. Apalagi untuk para ilmuwan, kondisi dalam negeri tidak mendukung
mereka melakukan riset atau mengembangkan keahlian.
Tapi,
Habibie yakin, jika ada kesempatan, mereka akan kembali dan berbakti kepada
tanah airnya. “Tak ada orang Indonesia yang tidak ingin berbakti pada tanah
air,” katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar